Assalamualaikum, Wr, Wb
Papa Mama, apa kabar? Aku selalu
berharap kalian selalu dilindungi Alloh SWT. Papa Mama, tahukah kalian, aku
disini sedang meniti mimpi. Aku anakmu yang engkau besarkan dengan segala nilai
yang baik disertai nilai agama yang tak pernah lupa kalian tanamkan. Di kota
ini, bukan hanya kota ini, dari dulu, aku selalu berusaha untuk membahagiakan
kalian. Mungkin caraku tidak jauh berbeda dengan anak lain, yang selalu
berharap kebahagiaan untuk kedua orangtuanya. Aku pun sama, selalu berharap
kalian bahagia memiliki anak seperti aku dan kakakku.
Papa, Mama, ingatkah kalian aku
adalah sosok yang keras dan bandel? Aku yang sulit diatur, sulit untuk
dinasehati, atau mungkin aku yang susah sekali untuk disuruh belajar. Aku
memang anak yang sulit dimengerti, tapi tahukah pa, ma, aku selalu berusaha
berjuang dengan caraku. Aku yang selalu belajar dengan caraku di pagi buta,
yang berusaha mengikuti organisasi di sekolah, serta berusaha untuk menjaga
nama papa mama yang selalu membahagiakanku dengan memberikan banyak hal yang
belum mampu aku balas.
Papa, Mama, dari kecil hingga SMP
kalian mengajarkanku banyak hal. Kalian mengajarkan bagaimana untuk selalu
berjuang, bagaimana untuk bekerja keras, bagaimana untuk belajar ikhlas dan
memaafkan orang lain. Mama selalu berkata, bahwa aku harus menjadi wonder woman yang kuat dan bisa mandiri
dimanapun aku berada nanti. Kalian mengajarkan banyak hal baik yang mungkin
belum aku bisa terapkan segalanya.
Papa, Mama, sewaktu aku mau masuk
SMA, aku diremehkan pa, ma. Mereka meremehkan aku yang dulunya hanya peringkat
pertama diantara teman-temanku yang nakal menurut mereka. Tetapi, kalian selalu
memberikan semangat dan banyak sekali doa yang kalian haturkan untuk
keberhasilanku. Aku berusaha pa, ma. Aku belajar keras untuk masuk ke SMA
unggulan itu, hanya untuk membanggakan kalian. Walaupun pada kenyataannya aku
pesimis untuk lulus seleksi, melihat kekecewaan papa ketika aku berkata, “Kayaknya gak lulus deh pa”. Aku semakin
sadar, aku terlalu egois hanya memikirkan aku sendiri.
Alhamdulillah pa, ma, aku lulus
seleksi. Aku tahu kalian tak pernah menunjukkan betapa kalian bangga ataupun
memujiku, aku selalu berharap kalian bahagia saat itu. Papa, Mama, kemudian aku
kuliah, kuliah yang bagiku tidak sesuai yang aku harapkan, aku merasa
mengecewakan kalian. Aku tidak kuliah di Universitas yang terkenal di
Indonesia, aku merasa down saat itu. Tapi, apa yang kalian lakukan? Kalian
tetap bangga dan selalu mendukungku sampai ke titik terendah sekalipun.
Papa, Mama. Sampailah aku di
titik tugas akhirku ma. Selalu aku menelepon kalian disaat aku ingin
menyerahkan draft ataupun ketika
ingin bimbingan dengan dosen. Mama yang selalu berdoa “Mama Papa selalu doain
adek”. Itu menjadi sebuah acuanku untuk terus berjuang pa, ma. Kalian tahu, aku
yang tidak punya kendaraan bermotor, aku yang hanya mengendarai sepeda, aku
sering mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang bagiku banyak sekali tekanan.
Perpustakaan ataupun fakultas, diremehkan, diejek, merupakan berbagai tekanan
yang dialami selama pengerjaan skripsi.
Papa, Mama, tahukah kalian,
sering aku menangis. Lelah, dengan hal yang monoton selama skripsi, tekanan
yang menghantui serta tekanan dari luar yang tak dapat dihindari. Tapi pa, ma,
aku selalu membayangkan betapa kalian bangganya ketika aku wisuda nanti, aku
terus berjuang pa, ma. Tak ada kata lelah untuk kalian pa, ma. Ketika aku
wisuda, dengan predikat memuaskan, walaupun bukan yang terbaik, aku berharap
ini adalah salah satu langkah untuk membanggakan kalian.
Papa, Mama, mungkin aku belum
bisa membanggakan layaknya anak lain. Aku juga masih meniti mimpi, berusaha
untuk selalu membuat kalian bahagia. Semua doa yang kalian haturkan tak akan
pernah berdusta. Kalian selalu mendoakan kesuksesan anak-anak kalian. Pa, Ma
aku tahu aku belum menjadi anak yang membanggakan kelian, tapi yakinlah Pa, Ma,
tidak akan ada yang menghalangiku untuk membahagiakan kalian, siapapun itu.
Papa, Mama, aku sangat berterima
kasih karena Alloh menitipkan aku kepada kalian yang merupakan pasangan
terhebat sedunia. Semua hal yang kalian ajarkan takkan pernah terlupa. Tak ada
kata lelah pa, ma untuk selalu membahagiakan kalian. Tak akan pernah aku
menyerah untuk selalu membanggakan kalian. Maybe
I never say how much I love you, but I love you Pa, Ma, desperately.
