Jumat, 23 Mei 2014

Surat untuk Papa dan Mama


Assalamualaikum, Wr, Wb
Papa Mama, apa kabar? Aku selalu berharap kalian selalu dilindungi Alloh SWT. Papa Mama, tahukah kalian, aku disini sedang meniti mimpi. Aku anakmu yang engkau besarkan dengan segala nilai yang baik disertai nilai agama yang tak pernah lupa kalian tanamkan. Di kota ini, bukan hanya kota ini, dari dulu, aku selalu berusaha untuk membahagiakan kalian. Mungkin caraku tidak jauh berbeda dengan anak lain, yang selalu berharap kebahagiaan untuk kedua orangtuanya. Aku pun sama, selalu berharap kalian bahagia memiliki anak seperti aku dan kakakku.
Papa, Mama, ingatkah kalian aku adalah sosok yang keras dan bandel? Aku yang sulit diatur, sulit untuk dinasehati, atau mungkin aku yang susah sekali untuk disuruh belajar. Aku memang anak yang sulit dimengerti, tapi tahukah pa, ma, aku selalu berusaha berjuang dengan caraku. Aku yang selalu belajar dengan caraku di pagi buta, yang berusaha mengikuti organisasi di sekolah, serta berusaha untuk menjaga nama papa mama yang selalu membahagiakanku dengan memberikan banyak hal yang belum mampu aku balas.
Papa, Mama, dari kecil hingga SMP kalian mengajarkanku banyak hal. Kalian mengajarkan bagaimana untuk selalu berjuang, bagaimana untuk bekerja keras, bagaimana untuk belajar ikhlas dan memaafkan orang lain. Mama selalu berkata, bahwa aku harus menjadi wonder woman yang kuat dan bisa mandiri dimanapun aku berada nanti. Kalian mengajarkan banyak hal baik yang mungkin belum aku bisa terapkan segalanya.
Papa, Mama, sewaktu aku mau masuk SMA, aku diremehkan pa, ma. Mereka meremehkan aku yang dulunya hanya peringkat pertama diantara teman-temanku yang nakal menurut mereka. Tetapi, kalian selalu memberikan semangat dan banyak sekali doa yang kalian haturkan untuk keberhasilanku. Aku berusaha pa, ma. Aku belajar keras untuk masuk ke SMA unggulan itu, hanya untuk membanggakan kalian. Walaupun pada kenyataannya aku pesimis untuk lulus seleksi, melihat kekecewaan papa ketika aku berkata, “Kayaknya gak lulus deh pa”. Aku semakin sadar, aku terlalu egois hanya memikirkan aku sendiri.
Alhamdulillah pa, ma, aku lulus seleksi. Aku tahu kalian tak pernah menunjukkan betapa kalian bangga ataupun memujiku, aku selalu berharap kalian bahagia saat itu. Papa, Mama, kemudian aku kuliah, kuliah yang bagiku tidak sesuai yang aku harapkan, aku merasa mengecewakan kalian. Aku tidak kuliah di Universitas yang terkenal di Indonesia, aku merasa down saat itu. Tapi, apa yang kalian lakukan? Kalian tetap bangga dan selalu mendukungku sampai ke titik terendah sekalipun.
Papa, Mama. Sampailah aku di titik tugas akhirku ma. Selalu aku menelepon kalian disaat aku ingin menyerahkan draft ataupun ketika ingin bimbingan dengan dosen. Mama yang selalu berdoa “Mama Papa selalu doain adek”. Itu menjadi sebuah acuanku untuk terus berjuang pa, ma. Kalian tahu, aku yang tidak punya kendaraan bermotor, aku yang hanya mengendarai sepeda, aku sering mengerjakan skripsi di tempat-tempat yang bagiku banyak sekali tekanan. Perpustakaan ataupun fakultas, diremehkan, diejek, merupakan berbagai tekanan yang dialami selama pengerjaan skripsi.
Papa, Mama, tahukah kalian, sering aku menangis. Lelah, dengan hal yang monoton selama skripsi, tekanan yang menghantui serta tekanan dari luar yang tak dapat dihindari. Tapi pa, ma, aku selalu membayangkan betapa kalian bangganya ketika aku wisuda nanti, aku terus berjuang pa, ma. Tak ada kata lelah untuk kalian pa, ma. Ketika aku wisuda, dengan predikat memuaskan, walaupun bukan yang terbaik, aku berharap ini adalah salah satu langkah untuk membanggakan kalian.
Papa, Mama, mungkin aku belum bisa membanggakan layaknya anak lain. Aku juga masih meniti mimpi, berusaha untuk selalu membuat kalian bahagia. Semua doa yang kalian haturkan tak akan pernah berdusta. Kalian selalu mendoakan kesuksesan anak-anak kalian. Pa, Ma aku tahu aku belum menjadi anak yang membanggakan kelian, tapi yakinlah Pa, Ma, tidak akan ada yang menghalangiku untuk membahagiakan kalian, siapapun itu.

Papa, Mama, aku sangat berterima kasih karena Alloh menitipkan aku kepada kalian yang merupakan pasangan terhebat sedunia. Semua hal yang kalian ajarkan takkan pernah terlupa. Tak ada kata lelah pa, ma untuk selalu membahagiakan kalian. Tak akan pernah aku menyerah untuk selalu membanggakan kalian. Maybe I never say how much I love you, but I love you Pa, Ma, desperately.

Sabtu, 11 Januari 2014

#mygraduation #ourgraduation

tak banyak kata dan kalimat yg terucap, ini untuk kalian, papah, mamah, mas kaka, mbak lely, keluarga, #psychol09y, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan kamu yang selalu berjuang. Let's enjoy, the moment is mine :)

( Finally, Ainabila Kintaninani, S.Psi )



me and my beloved parents :*




( ma, pa, me, grandpa, sis in law)







 ( me and big fams)







kami wisudawan wisudawati periode I t.a 2013/2014










( me and beloved frens)



























aku dan kamu sedang berproses menjadi kita :)

aku dan kamu
aku dengan segala masa laluku
kamu dengan masa lalumu..
kita bertemu di dalam sebuah waktu angka 7 itu..
tiba-tiba datang menghampiri..
tanpa rencana seperti biasa..
tanpa persiapan, ia datang menghampiri kita..
aku dan kamu yang berbeda..
berbeda persepsi dan konsep hidup..
yang tiba-tiba harus kita arahkan kemana ia harus berlabuh..
berjalannya waktu kita berproses..
proses kata-kata yg selalu kamu ucapkan tanpa henti kepada aku yang dahulu tak suka dengan adanya proses..
semua hal tercipta..
proses pun berjalan tak semulus yang aku harapkan
sedih, senang, tangis, tawa, bertengkar, adalah proses yang pernah kita ributkan awal pertemuan kita dulu..
ingatkah kamu bahwa kamu hujan yang datang disaat musim kemarau tiba?
atau
ingatkah kamu bahwa kamu kekuatan sehingga aku percaya lagi tentang kedatangannya..
tak banyak yang bisa aku tulis disini..
aku dan kamu tau apa yg terjadi di antara kita..
jantung ini tak pernah berbohong ketika ia berdetak tujuh kali lebih cepat atau serasa ingin berlari dari tempatnya berada..
kita dengan segala proses yang ada, mencoba yang terbaik dan berdoa yang terbaik serta menjadi pribadi yg lebih baik satu sama lain..
berjuanglah untuk kita, sayang..
kuncinya memang sabar, waktu, dan menunggu ..

buat kamu, pacar saya di Facebook, :p


Ini pacar saya, Fathimatuzzahra :)

Kita pasti punya teman.
teman.
teman dekat.
sahabat.
ataupun saudara.
yg penting mereka adalah orang yang berharga dalam hidup kita.
kali ini saya akan menceritakan salah satu sahabat, bahkan bisa dibilang sangat dekat sampai saat ini :)
jrengjreng dududududu
dia dipanggil azza azza azza
kata bang Rhoma siih gitu ya ..
dia teman dikala susah senang hujan panas menerjang..

kalo ga ada duit, dia yg bayarin makan
kalo nangis, dia yg nawarin pundak
kalo laper, dia yg kasih makan
(hhahahahha) :x

dia itu peta berjalannya jogja, banyak tempat yg kita udah kunjungin..
dia itu hobinya jalan makan foto2..
teman narsis gadamatinya, teman jalan ga ada bosennya..
dan dia itu teman yg bisa buat ketawa dan jengkel di saat bersamaan,, hha


kemaren dia berulangtahun niih..
udah dua puluh empat!
yeey tuaa dia!

kesempatan kali ini saya mengucapkan 
selamat ulang tahun
semoga selalu sehat
selalu bertambah lebih baik
dapat yg terbaik
cepat lulus
dpt jodoh terbaik
aminnnn

semoga persaudaraan ini tetap awet sampe kapanpun, betewe makan2 loh :*





this gift special for you :')


setau saya saya itu ya seorang anak yang ketika ingin mewujudkan sesuatu harus terwujud, terlebih banyak halnya rintangan apapun, sebelum saya mencoba saya tidak akan menyerah.
sebelumnya, saya telah bercerita, bahwa saya memiliki orangtua yg hebat dan seorang saudara yg hebat pula..
foto dibawah ini diambil ketika kakak saya Prama Raka Sindu telah menyelesaikan pendidikan S1 nya dengan baik.





disaat itu, saya melihat orang-orang yang memakai selendang perak di Universitas tempat kakak saya belajar dahulu.
kemudian saya bilang ke papah, "Mau selendangnya". kata papah "Belajar rajin, bisa pake elendang perak".

akhirnya saya masuk ke Universitas tempat saya belajar, beradaptasi dengan segala yg ada. Dimulai dari pelajaran agama Islam yg notabene saya tidak mendapatkannya di bangku SD dan SMP dikarenakan saya belajar di sekolah swasta Katolik. saya ingat selendang dan perjuangan orangtua saya khususnya papah yg selalu mencari uang dan mamah yg tak pernah berhenti berdoa.
Kemudian, saya mendapatkan kakak perempuan yaitu Lely Rizqiani, yg selalu memberikan sumbangsih waktu, uang, bahkan menjadi kk perempuan yg unyu setiap saat.

perjalanan skripsi yang menyita banyak waktu, serasa manusia goa, ga pernah maen, mengorbankan banyak hal, untuk mempertanggungjawabkan pundi-pundi yang mengalir dari atm mama ke atm kintan.

perjalanan skripsi membuatku mendapatkan tiga motto yang salah satunya ketika kamu ingin mendapatkan sesuatu, ada hal yang perlu dikorbankan.. berjuanglah yg terbaik, untuk hidup kita dan orang lain..

ga ada acara pulang, ditelpon ditanya cuma "Kapan Wisuda" dari mas kaka yg tanpa henti buat emosi. pernyataan adek tingkat yg selalu menyindir, membuat aku membuktikan, gue bakal lulus tepat waktu..
menjadi manusia goa, ga pernah keluar, ke perpus dengan penuh tekanan, revisi, ke perpus tiap hari sampe malem, ngerjain di kafe-kafe yg berbeda karna ingin berjuang lebih dari yg lain..

3 tahun 10 bulan pah, mah, mas dan mbak, kintan persembahkan untuk kalian bersama selempang yg pernah kintan janjikan..
makasih untuk semua doa apapun yang belum bisa kintan balas sepenuhnya sampai kapanpun..
maaf belum bisa membanggakan semuanya.. semoga salah satu hadiah ini bisa membuktikan ke semua bahwa jika ingin berhasil kamu harus berkorban dan memperjuangkan itu lebih keras dari orang lain..

(dan kakak satu-satunya tidak datang :'( )

#latepost menuju wisuda :)

tanggal 23 Desember kemaren diadakan gladi resik untuk wisuda periode I ta 2013/2014..
finally, akhirnya setelah perjuangan selama ini membuahkan hasil untuk semua orang tercinta dan untuk orang yang mau berjuang, selalu berjuang untuk mendapatkan cita-citamu :)



bersama partner saya Nadya Miranty Herma, dan teman seperbully-an Wira Nugraha



kami enam wanita tangguh :*






Alhamdulillah kami telah mempertanggungjawabkan satu tugas, semoga tugas selanjutnya bisa kami selesaikan dan menuju hidup yg menjadikan kami pribadi yg lebih baik, amin :)